Militer dan Oposisi Adu Cepat Amankan Wilayah Gurun Suriah

0
3


KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Suriah beberapa hari terakhir meraih kemajuan di wilayah gurun Suriah, menyusul penarikan diri pasukan Daulah Islamiyah (ISIS). Rezim mengontrol penuh jalan Damaskus-Tadmur, Jabal Nusrani dan Al-Abad, Desa Al-Bashirah dan Al-Baridah. Akibatnya, faksi-faksi oposisi Suriah yang berada di Qalamun Timur terisolasi total dan terkepung.

Kepala Kantor Media faksi “Jaisy Usud Al-Syarqiyah”, faksi bagian Free Syrian Army (FSA), Yunus Salamah, mengungkapkan dalam wawancara dengan portal Arabi21.com pada Senin (29/05), pertempuran yang berlangsung di gurun sangat penting karena menjadi pintu masuk pejuang ke Ghautah Timur dan Qalamun Timur serta Suwaida. Mempertahankan wilayah ini priortias utama.

Terkait kemajuan militer Suriah, Salamah menambahkan bahwa mereka belum mengontrol mayoritas wilayah gurun. Saat ini, lanjutnya, militer Assad hanya merebut pos Sab’a Biyar dan Dhadha, yang berada dekat wilayah pejuang. Adapun kemajuan mereka di kawasan Hanifis, posisinya sangat jauh dari kami.

Ia mengambarkan kemenangan rezim atas pasukan ISIS itu hanya sebagai operasi pertukaran peran. Di mana, ISIS menyerahkan wilayahnya ke militer Suriah.

Dijelaskan Salamah, kami hampir memecah blokade terhadap pejuang di Qalamun. Akan tetapi, rezim menggelar operasi dan merebut daerah-daerah menuju Qalamun yang baru kami bebaskan. Hal itu membuat misi kami gagal.

Akan tetapi, imbuhnya, kami masih melihat banyak celah untuk memulai operasi itu lagi. Rezim tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk merebut seluruh wilayah gurun. “Kami saat ini tengah mempersiapkan perbekalan dan menunggu hari itu,” ujarnya.

Menurut Salamah, hari-hari ke depan akan menyaksikan perubahan signifikan. Kami sudah menyusun rencana untuk mengusir militer rezim dan memecah pengepungan terhadap Qalamun dan Ghautah. Kemajuan ini tak lain karena front-front lainnya tenang. Jika front-front tersebut kembali diaktifkan, militer rezim pasti kewalahan mempertahankan gurun.

Dia menekankan bahwa rezim perupaya keras mencegah kontak antara oposisi dan ISIS. Hal itu karena mereka ingin mengisi kekosongan wilayah-wilayah yang ditinggalkan pasukan Abu Bakar Al-Baghdadi itu. Jika terjadi kontak, rezim akan kesulitan merealisasikan kesepakatan antara pihaknya dan ISIS.

Penarikan pasukan ISIS di hadapan militer rezim tampaknya menarik perhatian oposisi Suriah untuk ikut ambil bagian di gurun. ISIS telah menarik diri dari front-front yang berhadapan langsung dengan oposisi. Oposisi terpantau memobilisasi pasukan untuk ikut menduduki wilayah yang ditinggalkan ISIS.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Arabi21.com

The post Militer dan Oposisi Adu Cepat Amankan Wilayah Gurun Suriah appeared first on Kiblat.



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here